Showing posts with label Kelistrikan. Show all posts

Trafo Ballast Rusak, Yakin? Cek Dulu Yuk?

Trafo Ballast

Sesuai judul di atas, kenapa saya menyarankan sahabat untuk tidak mudah memvonis bahwa trafo ballast rusak sebelum sahabat menggantinya dengan yang baru, alangkah baiknya sahabat cek dulu di bagian ini sebelum benar-benar menggantinya dengan yang baru, karena jika sahabat sudah mengecek salah satu bagian dari trafo ballast tersebut dan ternyata tidak rusak sehingga dapat di gunakan kembali, maka sahabat tidak perlu lagi mengeluarkan biaya untuk membeli yang baru, karena jenis trafo ini cukup mahal loh sahabat, sekitar 20 rb sampai 150 rb rupiah untuk masing-masing ukuran, nominal terkecil saja udah bisa di bilang mahal untuk kalangan menengah ke bawah, jika demikian kan lumayan tuh bisa buat di tabung anggarannya hehe.

Nah, lalu bagian mana sih yang harus di cek sebelum sahabat memvonis bahwa trafo ballast tersebut rusak? Ini dia sahabat, sebenernya mudah, tidak perlu keahlian khusus karena siapapun bisa mengeceknya ataupun memperbaikinya.

Sahabat bisa lihat gambar di bawah, ada dua lubang konektor, caranya coba sahabat buka atau lepas konektornya dari dudukan dengan cara mengendurkan kedua baut menggunakan obeng (-) kecil, bersihkan kedua plat tembaga dari karat atau lapisan cat jika memang berkarat atau tertutup cat, lalu pasang kembali konektornya dan kencangkan kedua baut tersebut, tes hasilnya dengan cara rakit kembali menggunakan lampu TL dan starter, taraaaa... jika lampu TL menyala maka cara ini berhasil dan sahabat tidak perlu lagi menggantinya dengan yang baru.

Trafo Ballast

Baca juga: Cara Mengetahui Kerusakan Rangkaian Lampu TL Dengan Cepat & Mudah
  
Semoga artikel yang minim kata ini dapat menambah sedikit pengetahuan dan bermanfaat bagi sahabat pembaca, terimakasih atas kunjungannya dan salam sukses.

Cara Mengetahui Kerusakan Rangkaian Lampu TL Dengan Cepat & Mudah

Lampu TL

Sebelum sahabat membaca inti dari artikel ini, alangkah baiknya sahabat mengetahui apa sebenarnya (Flourescent Lamp) atau yang biasa kita sebut dengan lampu TL ini, dan bagaimanakah sistem kerjanya, berikut pengertian dan penjelasannya; 

“ (Fluorescent Lamp) atau lampu TL adalah lampu listrik yang memanfaatkan gas NEON dan lapisan Fluorescent sebagai pemendar cahaya pada saat dialiri arus listrik. Tabung lampu TL ini diisi oleh semacam gas yang pada saat elektrodanya mendapat tegangan tinggi gas ini akan terionisasi sehingga menyebabkan elektron-elektron pada gas tersebut bergerak dan memendarkan lapisan fluorescent pada lapisan tabung lampu TL “ (Sumber: wikipedia)

Pada masa kini penggunaan lampu TL semakin marak, baik dari kalangan bawah, menengah maupun kalangan atas, karena harga lampu ini terjangkau untuk semua kalangan dan semakin banyak toko-toko listrik yang menyediakan lampu tersebut sehingga sangat mudah di dapat di banyak berbagai daerah, selain itu jenis lampu ini sangat hemat energi di bandingkan dengan (incandescent lamp) atau lampu bohlam biasa, sehingga meminimalisir pengeluaran anggaran untuk pembayaran tagihan PLN setiap bulannya & jenis lampu ini dapat memancarkan bias cahaya yang cukup terang sehingga dapat memudahkan setiap penggunanya untuk melakukan segala aktifitas apapun di dalam ruang saat datangnya gelap, maka tak heran jika banyak orang yang berminat menggunakan lampu jenis ini untuk penerangan ruangan rumah, kantor dan lain-lain. Banyak model lampu TL yang di produksi saat ini, semua di desain sedemikian rupa, bahkan akhir-akhir ini lampu TL dapat di pergunakan untuk membuat lampu emergency yang dimana sumber arusnya mengambil dari sebuah baterai dengan tambahan sebuah modul inverter untuk mengubah arus DC menjadi arus AC sehingga dapat menyalakan lampu TL tersebut tanpa adanya sumber arus listrik dari PLN.

Tidak ingin berpanjang lebar, sekarang saya bahas inti pembahasan daripada artikel ini, yaitu mengetahui kerusakan rangkaian lampu TL dengan cepat & mudah, yang akan saya bahas disini adalah jenis lampu TL yang menggunakan 3 buah komponen penting yaitu lampu TL itu sendiri, trafo ballast biasa & starter, seperti pada skema di bawah.

Skema Lampu TL
Berikut cara cepat & mudah mengetahui kerusakan rangkaian lampu TL tersebut;

1. Lampu Putus, jika:
Ini di tandai dengan starter tidak menyala sama sekali, lampu tidak menyala sama sekali saat arus terhubung & juga terdapat tanda hitam pekat pada salah satu atau kedua ujung lampu.

2. Starter Rusak, jika:
Ini di tandai dengan menyalanya dua ujung lampu dengan warna orange secara berterusan, starter tidak menyala sama sekali saat arus terhubung & juga terdapat warna hitam pekat pada starter itu sendiri.

3. Trafo Ballast Rusak, jika:
Ini di tandai dengan lampu & starter tidak menyala sama sekali saat arus terhubung.

Itulah beberapa cara mengetahui kerusakan rangkaian lampu TL yang dapat dengan cepat & mudah kita lakukan. Semoga artikel ini benar-benar bermanfaat bagi sahabat pembaca, terkhusus bagi sahabat pembaca yang masih awam dengan dunia kelistrikan, sehingga sahabat pembaca tidak ragu lagi mengganti kerusakan komponen pada rangkaian lampu TL tersebut dan segera membelinya di toko terdekat yang menyediakan alat-alat kelistrikan.

Terimakasih atas kunjungannya dan salam sukses.

Macam-Macam Steker dan Kapasitasnya

Assalamu'alaikum sahabat, disini saya akan memperkenalkan macam-macam steker atau colokan listrik yang biasa dipakai atau kita jumpai pada perangkat-perangkat elektronik untuk menghubungkan perangkat elektronik tersebut ke sumber tegangan utama arus AC (alternating current) dari PLN, disini ada banyak model beserta kapasitasnya, dengan kita mengetahui model dan kapasitasnya, maka akan lebih memudahkan kita saat membeli steker di toko kelistrikan untuk mengganti steker pada perangkat elektronik kita yang rusak.

Berikut jenis-jenis steker dan kapasitasnya;

Keterangan:
  1.  Arus maximum
  2.  Tegangan Minimum & maximum
  3.  Jumlah PIN 
  4.  Ground
 















Ok, semoga artikel ini bermanfaat bagi sahabat pembaca, terimakasih atas kunjungannya dan salam sukses.

Cara Memasang Photocell Dengan Baik Dan Benar


Berhubung saya bekerja di bidang kelistrikan, maka pada kesempatan kali ini saya ingin ikut andil untuk berbagi tutorial melalui blog ini tentang bagaimana cara memasang photocell dengan baik dan benar, mungkin artikel ini sudah tidak asing lagi bagi para master yang membacanya, tapi saya tau masih banyak masyarakat disekitar kita yang masih awam tentang hal tersebut, apalagi tentang photocell ini, dari itu saya juga ikut serta berpartisipasi menyebarkan sedikit pengetahuan yang saya miliki tentang photocell ini untuk semua sahabat pembaca, agar yang belum tau jadi tau dan yang belum bisa jadi bisa memasangnya dengan baik dan benar, semoga bermanfaat.

Ok, sebelum sahabat membaca lebih jauh artikel ini, alangkah baiknya sahabat ketahui dulu apa itu sebenarnya photocell dan bagaimana sistem kerjanya, berikut pengertian dan sistem kerjanya;

Pengertian photocell
Adalah sebuah alat kelistrikan yang berguna sebagai saklar otomatis dengan sistem pendeteksian cahaya.

Sistem kerja photocell
Photocell ini bekerja bilamana LDR (Light Dependent Resistor) yang ada di dalam modul photocell mendeteksi adanya bias cahaya, maka resistansi LDR naik sehingga akan memutuskan arus yang menuju ke relay dan relay berada dalam mode NC (Normally Close), dan bilamana ia tidak mendeteksi bias cahaya maka resistansi akan turun sehingga arus akan kembali mengalir menuju ke relay dan relay berada dalam mode NO (Normally Open).

Nah itulah pengertian dan sistem kerja dari photocell yang dapat saya jelaskan, setelah sahabat mengetahui pengertian dan sistem kerja dari photocell tersebut, perlu diketahui juga bahwa ada berbagai macam merk photocell yang di jual di pasaran dan masing-masing memiliki kualitas dan kapasitas yang berbeda, dari itu sebelum sahabat ingin membeli photocell saya sarankan agar sahabat membeli photocell yang berkualitas dan juga sesuai kapasitas yang dibutuhkan, untuk memilih kualitas photocell yang bagus, sahabat cukup membandingkan harganya saja "ini menurut pengalaman pribadi" karena disini saya tidak ingin menyebutkan merk tertentu, lalu untuk kebutuhan kapasitas sahabat bisa menghitungnya sendiri, selanjutnya akan saya jelaskan bagaimana cara memasang photocell yang baik dan benar, lihat skema pemasangan photocell di bawah.


Skema di atas cukup sederhana dan mudah di pahami, sekarang saya tinggal menjelaskan cara penempatannya.

-Pertama, alangkah baiknya gunakan MCB (Miniature Circuit Breaker) tersendiri sebelum dan sesudah masuk photocell agar jika terjadi konsleting pada lampu photocell tetap aman.

-Kedua, sekalipun photocell ini sudah water proof (tahan air), alangkah baiknya lakukan pemasangan photocell ini di dalam box panel tersendiri, agar mika penutup modul photocell tidak terkena hujan maupun panas jika diletakan ditempat terbuka, sehingga akan membuat photocell tetap sensitif terhadap bias cahaya matahari.

-Ketiga, letakan di tempat yang mudah terkena bias cahaya matahari agar ketika telah menjelang pagi hari photocell cepat mendeteksi bias cahaya tersebut dan mematikan lampu ataupun sebaliknya, sehingga akan membuat photocell ini tahan lama. 

-Keempat, jangan letakan photocell tepat dibawah lampu hanya dengan jarak beberapa meter saja, alangkah baiknya letakan photocell ini di atas lampu atau letakan jauh dari lampu agar photocell ini tidak mematikan dan menyalakan lampu terus-menerus dengan durasi waktu yang singkat karena adanya bias cahaya dari lampu itu sendiri.

Itulah cara memasang photocell dengan baik dan benar yang dapat saya bagikan disini, semoga bermanfaat bagi sahabat pembaca, dan jika ada para master menemukan kesalahan pada artikel tutorial yang saya bagikan ini, mohon kritik dan sarannya agar saya dapat melakukan pengeditan kembali, terimakasih atas kunjungannya dan salam sukses.
 

Cara Membuat Agar Lampu Taman Dapat Mati & Menyala Otomatis


Alhamdulillah sahabat, akhirnya saya dapat berbagi artikel "Cara Membuat Agar Lampu Taman Dapat Mati & Menyala Otomatis" pada blog ini, semoga artikel ini bermanfaat bagi semua sahabat pembaca, terkhusus bagi sahabat pembaca yang masih awam di bidang kelistrikan.

Sebelum sahabat membaca lebih jauh artikel ini, saya tuliskan apa sih kegunaan lampu taman selain digunakan sebagai penerangan? Lampu taman selain di gunakan sebagai penerangan, ini juga dapat menjadi keindahan tersendiri pada taman disekitar rumah yang kita miliki, keindahan ini akan dapat kita lihat pada saat datangnya malam hari, apalagi jika lampu taman ini kita letakan pada suatu tempat yang pas, seperti pada gambar di atas, disitu terlihat lampu taman yang terletak di tepi jalan dan berada tepat di sebelah tempat duduk, terlihat indah bukan? Di taman yang bersih dan penuh bunga, dilengkapi dengan remangnya lampu taman saat datangnya malam hari, dapat pula mendamaikan hati kita ketika berada di tempat tersebut, apalagi duduk bersama keluarga dan sanak saudara dengan hidangan teh atau kopi hangat, masya Allah sungguh indahnya dan nikmatnya suasana seperti ini. 

Jika membayangkan suasana keindahannya di sebuah taman yang di lengkapi dengan remangnya lampu taman tersebut, mungkin kita tak akan pernah bosan untuk terus membayangkan atau mungkin ingin terus berada di tempat tersebut, tapi kita harus ingat, di balik keindahan remangnya lampu taman tersebut, ada faktor pendukung yaitu sebuah energi listrik, jadi jika tanpa energi listrik maka lampu tamanpun tidak akan pernah bisa menyala dan tidak akan pernah dapat memberikan suasana keindahan pada taman rumah yang kita miliki, dari itu kita butuh yang namanya sumber energi listrik. 

Selain mengandalkan energi listrik untuk menyalakan lampu taman, apa lagi sih faktor pendukung untuk melengkapi instalasi lampu taman ini? Ok, inilah pembahasannya seperti yang telah di judulkan, yaitu dengan menambahkan Photocell (Saklar Sensor Cahaya) pada instalasi tersebut untuk keamanan, selain untuk keamanan, dengan adanya pemasangan photocell ini dapat sedikit meringankan beban pekerjaan kita di lingkungan rumah, jika awalnya kita menggunakan saklar biasa yang setiap kali harus menekan saklar secara manual untuk menyalakan lampu taman tersebut, maka dengan menggunakan photocell ini kita tidak perlu repot-repot lagi menyalakan lampu taman secara manual, bisa kita bayangkan, jika banyak lampu taman yang kita pasang di depan, samping kanan dan kiri serta belakang rumah kita, otomatis memerlukan beberapa saklar yang pastinya menambah pekerjaan dalam lingkungan rumah kita, maka akan semakin repot, tapi lain jika kita memasang photocell pada instalasi lampu taman kita, kita tidak perlu repot-repot lagi kesana kemari menekan saklar untuk menyalakan lampu taman secara manual, tapi lampu taman ini sudah dapat menyala otomatis ketika datangnya malam.

Mungkin sahabat bertanya-tanya, kok bisa? Maka saya jawab, "sangat bisa". Daripada penasaran, yuk simak sistem kerjanya, berikut sistem kerja dari photocell, sistem kerjanya adalah jika photocell terkena bias cahaya matahari maka relay di dalam modul photocell akan berada dalam posisi off sehingga membuat lampu taman mati, dan sebaliknya, jika photocell tidak terkena bias cahaya matahari maka relay di dalam modul photocell akan berada pada posisi on sehingga membuat lampu taman menyala, begitulah sistem kerja dari Photocell (Saklar Sensor Cahaya) ini, cukup sederhana bukan? 

Itulah "Cara Membuat Agar Lampu Taman Dapat Mati & Menyala Otomatis" yaitu menggunakan photocell untuk saklarnya. Nah, jika kita ingin memasangnya apakah kita bisa memasang sendiri tanpa harus memanggil teknisi khusus listrik? Jawabannya adalah sangat bisa, berikut skema pemasangannya.


Melihat skema di atas sangatlah sederhana, asalkan memiliki dasar kelistrikan maka siapapun kita bisa memasangnya sendiri tanpa harus memanggil teknisi khusus listrik yang dapat membuat kita mengeluarkan anggaran tersendiri untuk biaya pemasanganya. 

Sahabat bisa juga melihat cara pemasangannya disini (Lihat).

Hal-hal yang perlu di perhatikan dalam pemasangan instalasi listrik adalah harus menggunakan safety, safety kelistrikan ini meliputi:

1. Sarung tangan
2. Sandal atau sepatu, &
3. Helm

Dan peralatan yang di butuhkan untuk pemasangan photocell ini antara lain sebagai berikut:


1. Tang
2. Obeng
3. Isolasi
4. Tespen, &
5. Tangga (Jika diperlukan)

* Disarankan! khusus siapapun kita yang ingin melakukan pekerjaan instalasi listrik tapi tidak memiliki dasar kelistrikan, maka panggilah teknisi khusus listrik yang ada di lingkungan kita agar terhindar dari resiko kecelakaan seperti tersengat arus listrik yang dapat menyebabkan kematian.

Bagi sahabat yang berminat untuk memasang photocell pada instalasi lampu taman yang sahabat miliki di rumah, sahabat dapat dengan mudah mendapatkannya di toko yang menyediakan alat-alat listrik terdekat, kisaran harga pasarannya adalah sebagai berikut, dari Rp.25.000,- s/d Rp.150.000,-, tinggi rendahnya harga bisa tergantung merk ataupun kualitas dari photocell tersebut.

Ok, sekian artikel dari saya, terimakasih atas kunjungannya dan salam sukses.